Doa Buka Puasa Ramadhan, Tulisan Arab dan Latin, Berikut Tata Cara Berbuka Puasa

Doa Buka Puasa Ramadhan, Tulisan Arab dan Latin, Berikut Tata Cara Berbuka Puasa

Berikut ini bacaan doa buka puasa Ramadhan 1442 H, beserta tata cara berbuka. Bagi umat Islam yang sudah baligh dan memenuhi syarat diwajibkan untuk berpuasa. Berpuasa berarti menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib).

Ketika adzan Maghrib mulai berkumandang, berarti menjadi tanda bila waktu berbuka puasa tiba. Pada saat adzan Maghrib, ada beberapa hal yang menjadi sunnah dalam berbuka, termasuk menyegerakan berbuka. Dalam keterangan hadis ada 2 doa buka puasa yang masyhur di kalangan masyarakat umum.

Doa buka puasa pertama adalah dari hadis Rasulullah yang diriwiyatkan dari Abu Dawud. Bunyi doanya seperti ini: ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Bacaan latin: Dzahaba ddhoma'u wabtallatil uruqu watsabbatil ajru insya Allah. Artinya: Dahaga telah pergi. Urat urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap. Doa buka puasa kedua berasal dari hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim yang bunyinya:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ Bacaan latin: Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin Artinya:

"Ya Allah karanaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih." Lalu mana yang benar diantara kedua doa tersebut. Tidak ada yang salah dari dua doa yang sama sama memiliki riwayat dari hadis Rasulullah SAW. Sebagian ulama dari Madzhab Imam Syafi'i lalu mengambil jalan tengah dengan menggabungkan dua doa tersebut sehingga doa buka puasa Ramadan menjadi seperti ini:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ Itulah tentang doa buka puasa Ramadan sesuai dengan apa yang pernah dicontohkan Rasulullah, diriwayatkan oleh para sahabat dan ahli hadist lalu menjadi masyhur di tengah masyarakat. Selanjutnya ada beberapa hal yang menjadi sunnah dalam berbuka di antaranya:

1. Menyegerakan Berbuka 2. Berbuka dengan Kurma atau Air (Makanan Manis) 3. Tidak Berlebihan dalam Berbuka

Dikutip dari Serambinews.com , Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc membeberkan urutan tata cara berbuka puasa seperti yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, seperti: 1. Siapkan air putih atau kurma. Minimal kurma 3 biji atau lebih tapi disunahkan ganjil jumlahnya.

2. Tunggu suara azan magrib dan pastikan itu benar ada azan maghrib. 3. Jika telah mendengar azan maka bacalah 'bismillah' kemudian makan kurma tadi baru anda minum air yang Anda sukai. Tapi jika tidak ada kurma maka hendaknya minum air putih dulu.

4. Setelah makan kurma dan minum air putih maka ucapkan doa berikut: ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله Dzahabaz zhomaa u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah

"Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah.” [HR Abu Daud no 2357, Ad Daruquthni no 2/401] Setelah itu jika Anda ingin doa dengan doa doa yang lain maka silahkan dan perbanyaklah. 5. Jangan lupa Anda ada kewajiban shalat maghrib.

1. Makan dan minum di siang hari pada bulan Ramadhan Maka puasanya batal, dan wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman:

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” [QS. al Baqarah (2): 187]. 2. Senggama suami isteri di siang hari pada bulan Ramadhan Sehingga, puasanya batal, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan.

Selain itu, wajib membayar kifarah berupa: memerdekakan seorang budak; kalau tidak mampu harus berpuasa 2 (dua) bulan berturut turut; kalau tidak mampu harus memberi makan 60 orang miskin, setiap orang 1 mud makanan pokok. 1. Islam 2. Berakal

Orang yang gila tidak wajib berpuasa. 4. Balig (umur 15 tahun keatas) atau ada tanda yang lain. 5. Kuat berpuasa

Orang yang tidak kuat, misalnya karena sudah tua atau sakit, sehingga tidak wajib puasa. 1. Islam Orang yang bukan islam tidak sah puasa.

2. Mumayis Artinya dapat membedakan yang baik dengan yang tidak baik. 3. Suci dari darah haid (kotoran) dan nifas (darah sehabis melahirkan).

Orang yang haid ataupun nifas itu tidak sah berpuasa, tetapi keduanya wajib membayar kewajiban sesudah lewat waktunya. 4. Dalam waktu yang diperbolehkan puasa. Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke

Ramadan