Urban farming atau pertanian perkotaan kini menjadi tren yang semakin populer, terutama bagi mereka yang tinggal di kota besar dengan terbatasnya lahan. Kamu bisa ikut melakukan urban farming dengan melakukan persiapan. Apply kartu kredit online dulu sebelum membeli perlengkapannya.
Nah, artikel ini akan memberikan informasi kepada kamu mengenai persiapan berkebun di lahan sempit. Termasuk apa saja persiapan yang harus kamu lakukan. Jadi, simak sampai akhir, ya!
Persiapan Urban Farming di Lahan Sempit
Urban farming ternyata memiliki banyak manfaat. Selain menjadikannya sebagai hobi, urban farming juga bisa mengurangi emisi karbon hingga polusi udara.
Untuk memulai urban farming yang efektif di lahan sempit, ada beberapa persiapan yang perlu kamu perhatikan agar hasil yang didapat maksimal. Yuk, simak tips lengkapnya!
-
Tentukan Lokasi yang Tepat
Lokasi adalah faktor pertama yang perlu dipertimbangkan. Pilihlah area yang mendapat cukup sinar matahari, karena sebagian besar tanaman memerlukan cahaya untuk fotosintesis.
Misalnya, kamu bisa menggunakan teras rumah, balkon, atau bahkan atap gedung. Pastikan lokasi tersebut memiliki ventilasi yang baik agar tanaman tidak kekurangan udara segar dan kelembaban.
-
Pilih Metode Penanaman yang Sesuai
Lahan yang terbatas membutuhkan metode penanaman yang efisien. Beberapa metode yang cocok untuk urban farming antara lain hidroponik, aquaponik, atau vertikultur.
Metode hidroponik menggunakan air dan nutrisi sebagai media tanam tanpa tanah. Sedangkan vertikultur memanfaatkan lahan vertikal seperti rak atau pot gantung. Pilihlah metode yang sesuai dengan ruang dan kebutuhan tanamanmu.
-
Pilih Jenis Tanaman yang Tepat
Pilih tanaman yang sesuai dengan iklim dan ruang yang tersedia. Jika ruang terbatas, tanaman seperti selada, kangkung, bayam, atau herbs seperti basil dan mint bisa menjadi pilihan yang tepat.
Jika kamu ingin menanam tanaman buah, pilihlah tanaman yang dapat tumbuh dengan baik di dalam pot atau wadah kecil. Seperti tomat atau bahkan stroberi.
Tanaman-tanaman di atas tidak hanya mudah ditanam, tetapi juga cepat panen dan bermanfaat untuk konsumsi harian keluarga
-
Siapkan Media Tanam
Selain memilih tanaman yang tepat, media tanam juga berperan penting dalam keberhasilan urban farming. Tanah yang digunakan harus memiliki struktur yang baik agar air dan udara dapat meresap dengan sempurna.
Jika menggunakan metode hidroponik, siapkan larutan nutrisi dan media tanam seperti arang sekam atau batu apung. Sementara jika kamu pakai metode vertikultur, gunakan saja campuran tanah, kompos, dan pupuk organik.
Berikut ini beberapa macam media tanam yang cocok digunakan untuk urban farming:
-
- Tanah
- Arang sekam
- Cocopeat
- Rockwool
- Hidroton (leca/clay ball)
- Spons
- Hidrogel
- Pasir
- Botol/plastik bekas, polybag, pipa paralon
Namun, pastikan kamu memilih media tanam yang sesuai dengan metode urban farming kamu, ya!
-
Siapkan Sistem Penyiraman
Penyiraman yang tepat sangat penting untuk keberhasilan tanaman. Di lahan sempit, penyiraman otomatis dengan menggunakan sistem irigasi tetes atau sprinkler mini bisa membantu menghemat waktu dan tenaga.
Pastikan juga sistem penyiraman dapat mengatur kelembaban tanaman tanpa membuat tanah tergenang atau kering. Kamu bisa membeli perlengkapan ini dengan terlebih dahulu apply kartu kredit online.
-
Kelola Nutrisi Tanaman
Agar tanaman tumbuh dengan baik, pastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup. Kamu bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk cair yang sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam.
Jika menggunakan metode hidroponik, pastikan larutan nutrisi yang digunakan seimbang dan diperbarui secara rutin. Pemupukan yang tepat akan mendukung pertumbuhan yang sehat dan hasil yang maksimal.

-
Pantau dan Rawat secara Rutin
Seperti halnya tanaman di kebun biasa, tanaman urban farming juga memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin. Lakukan pemangkasan, pengendalian hama, dan pembersihan secara berkala.
Selain itu, pastikan tanaman tetap sehat dengan memeriksa daun, batang, dan akarnya. Jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut tentang perawatan tanaman agar hasil panen maksimal.
-
Perhatikan Peraturan dan Izin (Jika Ada)
Beberapa daerah mungkin memiliki peraturan atau izin yang harus dipatuhi dalam melakukan kegiatan urban farming. Misalnya, penggunaan atap rumah untuk berkebun atau menanam tanaman buah di ruang terbuka.
Pastikan kamu mematuhi regulasi yang ada agar tidak melanggar aturan yang dapat berdampak pada kegiatan bertani perkotaanmu.
Yuk, Ubah Lahan Sempit Jadi Produktif dengan Credit Card Digital
Urban farming adalah cara yang cerdas dan ramah lingkungan untuk berkebun di lahan sempit. Dengan memilih lokasi yang tepat, metode penanaman yang sesuai, dan merawat tanaman dengan baik, kamu dapat menikmati hasil panen sendiri meski tinggal di kota besar.
Jangan lupa untuk apply kartu kredit online untuk mulai membeli berbagai perlengkapan sebelum melakukan urban farming. Bagaimana cara apply?
Kamu bisa mulai dengan download Aplikasi digibank by DBS dulu. Setelah itu, tinggal klik “Apply Kartu Kredit Digital” langsung dari aplikasinya. Prosesnya cepat sekali, cuma butuh 60 detik buat approval!
Begitu disetujui, kamu langsung bisa pakai kartu kredit digitalnya buat belanja kebutuhan urban farming di lahan sempit, dan bisa merubah transaksimu jadi digibank Pay Later hingga 60 bulan.
Yang paling keren, semua transaksi kamu bakal langsung tercatat dan bisa dicek kapan aja, 24 jam nonstop lewat aplikasi. Jadi, kamu bisa pantau pengeluaran pembelian peralatan ini dengan mudah dan tanpa drama!
Selain itu, kamu juga bisa coba gunakan digibank Visa Travel Signature yang memberikan manfaat berupa pengumpulan mileage digibank lebih cepat.
Kartu Kredit Digital digibank merupakan kartu kredit digital pertama di Indonesia. Untuk itu, segera apply kartu kredit online dan manfaatkan keuntungannya segera! Mau coba sekarang? Kamu bisa konsultasi dan Apply Kartu Kredit Gampang melalui situs berikut ini!

